JAWA TENGAH, iNET - Terletak di atas trotoar dan berdekatan dengan lapak pakaian serta makanan, lapak pernak-pernik milik Rita (45) kerap menarik perhatian pengunjung Sunmor UGM karena barang-barangnya yang lucu dengan harga terjangkau.
Terlihat gantungan kunci hingga phone strap digantung rapi, anak kecil, remaja hingga dewasa datang menghampiri lapak jualan pernak-pernik ini untuk menambah koleksi baru di tas ataupun ponsel kesayangannya.
Awalnya hanya mampir sebentar karena tertarik dengan gantungan kunci Shinchan dan beruang yang mencuri perhatian. Namun, obrolan ringan pun berlanjut karena lapak jualannya telah menyediakan QRIS dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memudahkan pembayaran pelanggan.
Dalam kesehariannya, Rita bekerja sebagai karyawan, sementara berjualan pernak-pernik menjadi usaha sampingan yang dijalankannya khusus di Sunmor UGM. Setiap minggunya, ia menempuh perjalanan sekitar 10 menit dari rumahnya di Condong Catur menuju kawasan Sunmor untuk berjualan.
"Aku kerja kebetulan, ini kerja sampingannya," kata Rita saat ditemui awak media pada (26/4/2026).
Melihat anak remaja yang suka tampil unik, ada beberapa penjual aksesori HP lainnya di sepanjang jalan Sunmor UGM. Meski ada banyak penjual serupa, namun setiap penjual punya keunikan tersendiri, begitu juga dengan usaha Rita.
Rita merupakan pedagang baru di Sunmor UGM. Ia mulai berjualan sejak Februari lalu dan kini usahanya telah berjalan sekitar dua bulan. Pada hari kerja, Rita disibukkan dengan pekerjaannya sebagai karyawan, sementara pada akhir pekan ia menjalani usaha sampingan dengan berjualan di Sunmor.
"Kalau di Sunmor belum lama sih, paling sekitar 2-3 bulan gitu," kata Rita.
Setiap hari Minggu, Rita menempuh perjalanan dari Condong Catur menuju kawasan UGM sambil membawa sendiri barang dagangannya. Sekitar pukul 6 pagi, ia tiba di Sunmor UGM dan langsung menata berbagai pernak-pernik lucu yang akan dijual di lapaknya. Menjelang pukul 11 siang, Rita mulai membereskan kembali barang dagangannya setelah selesai berjualan.
Mengisi waktu hari pekan dengan berjualan tentu membuat Rita jadi lebih produktif. Bahkan di sela-sela menjaga lapak jualan, Rita biasanya berceita dengan penjual baju di samping lapaknya.
Wati*


