TOP NEWS :

Viral Siswi MI di Sukabumi Terluka Kena Wadah Makan Gratis

SUKABUMI, iNet.news - Sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirumput, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka di jari tangannya. Peristiwa itu mendadak viral di media sosial.

Insiden tersebut terjadi pada saat jam makan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, Senin (06/03). Jari siswi kelas 3 bernama Safa Nafisa Rosdiani (9) terluka akibat terkena pinggiran wadah nasi atau food tray (ompreng) yang digunakan dalam program tersebut.

Ayah korban, Ujang Roji (47), mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar anaknya terluka hingga mengeluarkan banyak darah.

BACA JUGA:

"Awalnya kami dari orang tua tentu syok, itu manusiawi. Namun, kami ingin ada kejelasan mengenai penanganannya. Alhamdulillah, setelah ada komunikasi yang difasilitasi sekolah dengan pihak dapur, masalah ini bisa terselesaikan dengan baik," ujar Ujang saat ditemui, Selasa (7/4/1026).

Meski sempat tegang, Ujang memastikan pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih jalan kekeluargaan tanpa tuntutan hukum.

Ia mengapresiasi langkah cepat pihak sekolah dan vendor dapur (SPPG) yang langsung mendatangi rumahnya.

 Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, menjelaskan bahwa video yang viral tersebut sebenarnya dibuat untuk laporan internal ke pihak penyedia makanan karena luka yang dialami siswi cukup serius. Ruslan mengungkapkan bahwa insiden teknis terkait kemasan tajam ini bukan yang pertama kalinya.

"Berdasarkan catatan kami, insiden serupa terkait teknis kemasan sebenarnya sudah terjadi empat kali. Namun, kejadian sebelumnya hanya goresan kecil sehingga kami tangani sendiri," ungkap Ruslan.

Ia juga memohon maaf kepada orang tua siswa atas miskomunikasi yang sempat terjadi di awal insiden karena pihak sekolah saat itu tengah fokus menangani kegiatan siswa lainnya.

Penjelasan SPPG

Menanggapi kejadian viral ini, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, selaku penyedia makanan, langsung melakukan evaluasi total. Pihaknya mengaku baru menerima laporan resmi setelah kejadian tersebut ramai diperbincangkan.

BACA JUGA:

"Kami langsung merespons dengan meminta maaf dan menawarkan bantuan pengobatan. Pengecekan di dapur akan kami perketat agar semua sarana dalam kondisi aman digunakan. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi kami," kata Faisal.

Meskipun terdapat kendala pada wadah makanan, pihak sekolah dan orang tua mengakui bahwa secara keseluruhan kualitas menu makanan tetap baik dan disukai oleh para siswa. Suryana*