KOTA BEKASI, INet.news - Keramaian sempat terjadi di kawasan TPST Bantargebang, tepatnya di samping Kantor Kelurahan Ciketing Udik, pada Kamis malam (19/03). Peristiwa ini dipicu oleh aksi spontan para sopir armada pengangkut sampah warga setelah sejumlah kendaraan tidak diperbolehkan membuang muatan ke dalam area TPST.
Akibat penolakan tersebut, sampah yang diangkut tertahan hingga dua hari tanpa kepastian. Para sopir yang telah menunggu sejak sore hari dalam kondisi lelah akhirnya meluapkan protes dengan menurunkan muatan sampah di jalan akses masuk. Tumpukan sampah sempat menutup sebagian badan jalan dan menarik perhatian warga sekitar.
Ketua Paguyuban Cinta Lingkungan Kelurahan Cikiwul, Abdul Somad, menegaskan bahwa aksi tersebut terjadi secara spontan. Ia menyebut, sebelumnya pihaknya telah memohon agar diberikan kesempatan terakhir untuk membuang sampah, mengingat kondisi mendesak menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami sudah memohon agar diberi kesempatan terakhir. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi menyangkut keberlangsungan para pengangkut sampah. Jika memang tidak ada solusi, setelah ini kami siap menghentikan aktivitas pembuangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, aksi para sopir merupakan akumulasi kelelahan dan kejenuhan setelah menunggu cukup lama tanpa kejelasan. Menurutnya, situasi di lapangan sudah tidak memungkinkan untuk terus ditahan.
Meski demikian, Abdul Somad mengungkapkan bahwa pihak TPST telah merespons kejadian ini. Permasalahan tersebut rencananya akan segera dibahas bersama dinas terkait di Pemerintah Kota Bekasi guna mencari solusi konkret, khususnya untuk wilayah Cikiwul dan sekitarnya.
Setelah melalui perundingan, situasi di lokasi berangsur kondusif. Para sopir kembali pulang dengan tertib, sementara tumpukan sampah yang sempat berserakan dibersihkan menggunakan alat berat. Aparat kepolisian dan TNI turut berjaga guna memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga. ( Ode )