Header Ads Widget

Polisi Gagalkan TPPO 2 Remaja Manado yang Hendak Dijadikan LC di Sofifi

MANADO, iNETPolisi menggagalkan keberangkatan dua remaja putri asal Manado, AMM (15) dan NN (15) yang diduga kuat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kedua korban rencananya akan diberangkatkan ke Sofifi, Maluku Utara, untuk dipekerjakan di sebuah tempat hiburan malam.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya indikasi kuat eksploitasi anak di bawah umur. Keberangkatan kedua remaja ini difasilitasi oleh seorang perempuan berinisial A, yang diketahui sebagai pemilik kafe di Sofifi. Sementara untuk urusan logistik dan tiket di Manado, diatur oleh perempuan lain berinisial S.

Mirisnya, demi memuluskan aksi ini, pelaku juga nekat memalsukan identitas korban agar lolos dari pengawasan petugas pelabuhan.

"Saya diarahkan oleh perempuan berinisial E untuk mengubah tahun kelahiran di dokumen perjalanan. Dari yang sebenarnya lahir tahun 2011, diubah menjadi tahun 2007 supaya kelihatan sudah dewasa," ujar salah satu korban saat diinterogasi petugas, Selasa (9/6/2026).

Tak hanya itu, salah satu korban juga membeberkan bahwa dirinya sudah pernah bekerja di tempat milik perempuan A tersebut sebagai ladies companion (LC).

Praktik ini pun disembunyikan rapat-rapat dari pihak keluarga. Orang tua korban sama sekali tidak mengetahui bahwa anak mereka dieksploitasi di tempat hiburan malam. Kepada keluarga, pelaku hanya berdalih bahwa kedua remaja tersebut akan dipekerjakan di sebuah rumah makan.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu ponsel, dua lembar tiket kapal tujuan Sofifi, serta satu dokumen surat jalan dengan identitas yang diduga palsu.

Kapolsek Pelabuhan Manado Ipda Christian Anton Langi menegaskan bahwa saat ini kedua korban telah diamankan demi mendapatkan perlindungan yang layak.

"Kasus tersebut diserahkan kepada Unit PPA Satreskrim Polresta Manado guna proses penyelidikan dan pengembangan untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan perekrutan tersebut," ujar Christian Anton Langi.

Sukri*