JAWA TIMUR, iNET - Kabut putih yang muncul saat aktivitas transfer gas nitrogen di PT NERS, Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, viral di media sosial dan memicu kepanikan warga, Jumat (29/5/2026).
Kabut putih tersebut tampak menyelimuti area permukiman di sekitar perusahaan. Peristiwa itu direkam warga dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga menjadi perhatian publik.
Dalam video yang beredar, kabut putih terlihat menutupi kawasan sekitar perusahaan bahkan masuk ke area rumah warga. Sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi untuk meminta penjelasan terkait kejadian tersebut.
“Ini baru jam berapa, pagi loh pak,” keluh salah seorang warga dalam rekaman video saat mendatangi petugas di depan pintu masuk perusahaan.
Warga juga meminta aktivitas mesin di lokasi dihentikan sementara karena kabut putih yang diduga muncul dari proses transfer gas nitrogen itu dinilai telah masuk ke permukiman dan menimbulkan kekhawatiran.
“Suruh matikan. Itu asapnya masuk rumah warga,” ujar warga lainnya.
Menanggapi kejadian tersebut, aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi.
Kasi Humas Polres Tuban, IPTU Siswanto menjelaskan peristiwa itu terjadi saat proses transfer gas nitrogen dari mobil tangki milik PT Linde Surabaya ke mobil tangki milik PT NERS sekitar pukul 05.30 WIB.
Diduga Gas Nitrogen
Menurut dia, gas nitrogen tersebut digunakan untuk mendukung operasional pengeboran minyak di wilayah Pertamina Sukowati, Kabupaten Bojonegoro.
“Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, aktivitas tersebut merupakan proses operasional normal dan tidak ditemukan adanya kebocoran gas berbahaya,” ujar Siswanto.
Ia menambahkan, jajaran Polsek Parengan juga telah melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai fakta di masyarakat.
Polres Tuban mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Sebelum disebarkan, silakan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Parengan, Darmadin Noor, belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut hingga berita ini diturunkan.
Intan*

