Header Ads Widget

Ayah Tiri Pembunuh Anak di Cianjur Ditangkap, Motifnya Sakit Hati pada Istri


CIANJUR, iNET - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur berhasil membongkar kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang anak perempuan di bawah umur, SH (16), di Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelaku tidak lain adalah ayah tiri korban sendiri, yakni R (35).

Pelaku yang sempat buron akhirnya berhasil diringkus polisi di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (25/5/2026).

Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurikho, mengungkapkan bahwa motif di balik aksi keji buruh harian lepas ini didasari oleh rasa sakit hati mendalam terhadap istrinya yang merupakan ibu kandung korban.

Ibu korban saat ini diketahui sedang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi.

"Tersangka melakukan aksi keji ini karena diduga sakit hati diselingkuhi oleh istrinya yang meminta cerai," ujar AKBP Alexander Yurikho Hadi, Jumat (29/5/2026).

Selain permasalahan rumah tangga dengan sang istri, polisi juga menemukan adanya pemicu lain dari sisi korban.

"Ditambah lagi pada saat itu sikap korban menjadi berubah kepada tersangka," tambah Alexander menjelaskan kekesalan pelaku.

 Peristiwa maut ini terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Tersangka R menyelinap masuk ke rumah orang tuanya yang berada tepat di samping rumahnya, tempat di mana korban sedang tidur sendirian.

“Sebelum melakukan tindak pidana percabulan, pelaku menjerat leher korban menggunakan kabel pengisi daya (charger) ponsel,” terang dia.

Aksi sadis pelaku tak berhenti disana, R juga melakukan perbuatan serupa berulang kali hingga korban kehilangan nyawa.

“Jasad korban baru ditemukan keesokan harinya, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, oleh saksi yakni sepupu pelaku, ES (32),” jelasnya.

Saksi yang curiga karena mencium bau tidak sedap dan melihat kipas angin kecil masih menyala di depan kamar.

Pelaku Sempat Berupaya Mengakhiri Hidup

Saat masuk ke dalam kamar, ES menemukan korban dalam posisi tengkurap di atas kasur dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan mulut berbusa dan terdapat bercak darah.

“Usai melancarkan aksinya pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, pelaku sempat kembali ke rumahnya lalu mencoba bunuh diri dengan meminum racun tikus dan cairan pembasmi serangga, namun upayanya gagal,” terang Alexander.

Tersangka bahkan sempat mengaku kepada seorang tukang ojek, bahwa dirinya telah menghabisi nyawa sang anak tiri.

“Namun, karena dikira hanya membual, saudara D justru mengantarkan tersangka pulang. Pelaku kemudian melarikan diri ke wilayah Depok dengan membawa ponsel milik korban hingga akhirnya berhasil dilacak oleh polisi,” ungkapnya.

 Suryana*