PATI, iNET - Seorang remaja putri asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, bernama Naura Saputri (14), mengalami nasib memilukan setelah tertipu iming-iming pekerjaan bergaji Rp 5 juta per bulan. Bukannya mendapatkan pekerjaan, ia justru terlantar dan terdampar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Selama sepekan berada di Kota Pati, warga Desa Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang itu hidup dalam kebingungan. Tanpa bekal uang yang cukup dan tidak memiliki sanak saudara di daerah perantauan, Naura akhirnya terlantar di wilayah Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.
Remaja tersebut tidak dapat kembali ke kampung halamannya setelah tersesat dan hidup terlantar selama tujuh hari di Kabupaten Pati.
Beruntung, kepedulian warga Desa Angkatan Lor bersama aparat Bhabinkamtibmas setempat membuat Naura akhirnya mendapatkan pertolongan. Dengan bantuan jajaran Polsek Tambakromo, ia dapat dipulangkan ke keluarganya di Lampung.
Peristiwa yang menimpa Naura bermula pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia terlihat berjalan seorang diri menyusuri jalan di Desa Angkatan Lor dengan kondisi lelah dan kebingungan.
Keberadaan Naura menarik perhatian warga setempat yang merasa khawatir melihat kondisinya. Warga kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas Desa Angkatan Lor, Aipda Hartono, yang selanjutnya mengantar Naura ke Mapolsek Tambakromo.
Petugas piket SPKT bersama Aipda Hartono kemudian melakukan pendataan dan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan, Naura mengaku berasal dari Lampung dan telah berada di wilayah Pati selama kurang lebih satu pekan.
Selama berada di Pati, ia mengaku tersesat dan tidak mengetahui harus pergi ke mana. Naura nekat merantau seorang diri ke Pulau Jawa setelah tergiur tawaran pekerjaan dari seseorang yang dikenalnya melalui sambungan telepon.
Orang yang mengaku berasal dari Kabupaten Pati itu menawarkan pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan. Korban dijanjikan penghasilan sebesar Rp 5 juta per bulan.
”Adik Naura ini asalnya dari Lampung. Asal muasalnya, ada yang memberikan janji mau dipekerjakan. Ada komunikasi aktif lewat telepon, dijanjikan mau dicarikan kerja di Pati ini dengan gaji Rp5 juta per bulan,” terang Hartono, dikutip Rabu (10/6/2026).
Namun nahas, janji manis tersebut berubah menjadi mimpi buruk. Setelah menempuh perjalanan jauh menggunakan kapal laut dan bus hingga tiba di Kabupaten Pati, nomor kontak orang yang menjanjikan pekerjaan itu tidak lagi dapat dihubungi.
Pelaku bahkan memblokir nomor telepon Naura. Akibatnya, sejak 1 Juni 2026, remaja tersebut hidup terlantar tanpa arah tujuan di wilayah Kabupaten Pati selama tujuh hari berturut-turut.
Untuk bertahan hidup, Naura terpaksa tidur di depan minimarket hingga area masjid di sekitar Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo.
Beruntung, berkat kepedulian warga dan aparat kepolisian, Naura akhirnya mendapatkan pertolongan. Polisi memberikan pendampingan penuh, termasuk memeriksakan kondisi kesehatannya kepada tim medis.
Selain itu, kebutuhan makan dan minumnya dipenuhi serta diberikan tempat yang aman selama berada di Mapolsek Tambakromo.
Kapolsek Tambakromo AKP Mukhlison mengatakan keselamatan anak menjadi prioritas utama. Karena itu, begitu menerima laporan dari warga, pihaknya langsung bergerak memberikan bantuan.
“Kami segera melakukan pendataan, memberikan perlindungan sementara, memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan," ujar Mukhlison.
Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga berupaya mencari solusi terbaik agar Naura dapat kembali ke keluarganya di Lampung dengan aman.
"Kehadiran Polri tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan,” terang Mukhlison.
Setelah berkoordinasi dan memastikan kondisi Naura stabil, personel Polsek Tambakromo mengantar remaja tersebut ke terminal bus antarkota antarprovinsi.
Polisi memastikan Naura menaiki armada yang tepat menuju Lampung. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan kru bus agar turut mengawasi perjalanan Naura hingga tiba dengan selamat di kampung halamannya.
“Kami ingin memastikan anak (Naura) tersebut, benar-benar berada dalam perjalanan yang aman menuju keluarganya," tandas Mukhlison.
Mukhlison menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
"Semoga Naura dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga dan tidak mengalami kejadian serupa di kemudian hari,” pungkas Mukhlison.
Wati*

