Header Ads Widget

Pendaki Jatuh ke Jurang Gunung Muria Kudus Berhasil Dievakuasi Selamat


JAWA TENGAH, iNET - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bersama tim gabungan mengevakuasi seorang pendaki yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter di jalur pendakian Argopiloso, Gunung Muria, Kudus, Kamis. Korban ditemukan dalam kondisi selamat meski mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kudus Any Wilianti mengatakan insiden tersebut bermula saat tiga pemuda melakukan pendakian tektok menuju puncak Argopiloso untuk menikmati pemandangan matahari terbit.

"Ketiganya berangkat dari rumah sekitar pukul 03.00 WIB menggunakan dua sepeda motor. Sesampainya di kawasan wisata Rejenu sekitar pukul 03.10 WIB, mereka langsung mendaki menuju puncak Argopiloso," ujarnya, dikutip dari Antara, Kamis (14/5/2026).

Saat melintasi tanjakan di atas Pos IV, salah satu pendaki bernama Jonathan diduga mulai mengalami kelelahan. Ketika melewati jalur tanjakan yang dipenuhi akar pohon, korban kehilangan konsentrasi hingga akhirnya terjatuh ke dalam jurang.

Korban diketahui berusia 20 tahun dan merupakan warga Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Dua rekannya, yakni Akbar Fachri Fachruddin dan Zaki, sempat memanggil korban dan masih mendengar respons dari dasar jurang.

Setelah kejadian itu, salah satu rekan korban turun ke basecamp untuk melaporkan insiden tersebut kepada warga sekitar, perangkat desa, serta petugas BPBD Kudus.

Mendapat laporan adanya kejadian membahayakan nyawa di jalur pendakian Gunung Muria, tim BPBD Kudus yang dipimpin Any Wilianti bersama Kasi Kedaruratan BPBD Kudus Ahmad Munaji dan tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses pencarian dan evakuasi.

Kondisi Korban

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, korban mengalami patah tulang kaki akibat terjatuh dari jalur pendakian ke dalam jurang.

"Korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya dilakukan proses evakuasi oleh tim gabungan," ujarnya.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Pos SAR Jepara, Satgas Destana Japan, Relawan Sedulur Dawe, TNI/Polri, Puskesmas Rejosari, FRPB Kudus, MDMC Kudus, SAR LPBI NU, GRI Unit Kudus, Badak Rescue, Mapala, relawan gabungan, serta warga sekitar.

Wati*